#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-1
Malang, 14 Januari 2012
Kepada kamu yang pernah kusayang,
Kepada kamu yang berjarak tak terhingga dariku,
Kepada kamu yang sangat kurindukan,
Aku tak perlu menanyakan kabarmu, karena aku yakin kamu baik-baik saja. Bahkan mungkin mmm.. tidak, bukan mungkin tapi pasti lebih baik dari keadaanku saat menulis ini.
Kamu! Iya kamu, aku merindukanmu. Menyedihkan. Di sini aku sering menyiksa diri sendiri dengan mengingat dan merindukanmu, tanpa boleh berharap kamu merasakan kerinduan yang sama dengan yang kurasa. Etapi sekarang udah gag cengeng kok kalo inget kamu :))
Kalo sekarang diijinin sekali lagi ketemu kamu, aku mau bilang, “aku sayang kamu”. Iyaaa sekarang udah berani karena gag mungkin juga bakal ketemu lagi hihihihi… Dulu kamu itu hebat, jago gitu baca kodeku. Pake nanya sama si Onyet lagi. Kenapa gag nanya langsung ke aku? Pasti.. pasti aku langsung pingsan :))
Ini gag tau lagi mo nulis apaan. Intinya sih cuma satu, AKU KANGEN KAMOH!!! Gitu doang sik. Pake banget banget bangeeeeeeeet deh.
Thanks, kamu. Kepergianmu mengajarkanku untuk lebih menghargai semua yang masih tinggal padaku.
Sampai ketemu di kekekalan
I Love You
Aku mengasihi mu :*
<3 N
I refused to believe that it could be so,
there’s no way that I’m in love with you,
I lied to myself that it’s just a petty jealousy,
that I must be feeling lonely, but I cannot hide it anymore.
I think I love you
But it must be so, Cause I miss you
without you,
I cannot do anything,
and you are always on my mind,
so seeing this, it must be,
I was unaware,
but now I can see that
your presence have delved deeply into my heart.
We are not meant for each other, and being friends is the best thing for us,
there isn’t a single thing we have in common,
so I claimed there’s no way we can be lovers,
but I don’t want to make excuses anymore.
why didn’t I know that it was you,
why couldn’t I see it when it was right in front of me,
it was beside me all along,
but only now can I see love.
i hope u ‘ll like it
Apa aku yang terlalu bodoh untuk melihat?
Apa aku yang tidak peka?
Entahlah…
Aku lelah
Aku bosan berasumsi.
Asumsi yang kubangun hanya tuk menghibur diri.
Aku ingin menikmati apa adanya
Sakit, ya sakit.
Aku mau berhenti menghibur diri.
Karena yang kulihat sekarang bukan kau yang biasanya.
Mungkin. Mungkin kau juga sudah bosan memberi respons.
Kau tak wajib baik padaku
Toh aku tak pernah menuntut apapun darimu.
AKU MENCINTAIMU!
Aku mencintaimu, artinya kau tak wajib membalas cintaku
Lakukan… Lakukan sesukamu
Jangan pernah dengan keterpaksaan.
Aku lebih memilih diabaikan daripada kau harus mencintaiku dengan terpaksa.
Aku bukan wanita yang menggilai status “diakui”, sedangkan kau menderita, di hatimu tak ada sedikitpun ruang untukku.
***************
Sebentar lagi. Semakin dekat. Apa ini jawabannya? Entahlah.
Pagi dan malam yang kulalui selama ini takkan pernah sia-sia, apapun kenyataannya nanti.
Hampir lelah merindukanmu disini.
Hampir lelah menanti hadirmu.
Hampir lelah memikirkanmu.
Tapi…
Tapi anehnya aku belum lelah berdoa untukmu.
Sepanjang apapun jalan menuju kamu, aku akan terus berjalan. Singgah di hati yang lain itu hanya akan memperlama waktuku sampai padamu.
@ekaotto
beautiful song :”)
Makin kesini, makin banyak hal yang terjadi dalam penantian ini.
Ada yang sering menampakan diri, kemudian belakangan menghilang. Ada yang dulu sering terlihat, hilang, kemudian datang lagi.
Dulu, di awal, aku sering protes ke TUHAN. “Duh TUHAN kok berat gini sih?” “Ini apa lagi? Siapa lagi? Kok gag selesai-selesai, TUHAN?”
Tapi TUHAN tetap sabar. Aku terus dilatih tentang banyak hal. Sabar, berdiam diri, berserah, percaya tanpa keraguan.
Tanpa bermaksud meremehkan siapapun, aku menganggap mereka seperti lembaran soal ujian yang mampu kuselesaikan. Mereka memang sengaja dimunculkan TUHAN dengan tujuan untuk membentukku menjadi pribadi yang layak menerima sesuatu yang besar di depan sana.
Ini semua sdh lebih dari apa yang layak aku terima
thx GOD
:’)))